Apa itu ekstraksi? Ektraksi adalah salah satu metode pemisahan zat
dalam bidang kimia yang mengacu pada prinsip distribusi zat terlarut ke
dalam dua pelarut yang berbeda tingkat kepolarannya. Ekstraksi merupakan
pemisahan zat dengan menggunakan dua buah pelarut yang tidak saling
bercampur atau sedikit bercampur. Prinsip utama yang melandasi teknik
pemisahan ekstraksi adalah like disolve like, yakni senyawa polar akan
larut dalam pelarut polar dan senyawa non polar akan larut di dalam
pelarut non polar. Melalui perbedaan kepolaran tersebut maka zat akan
dapat dipisahkan. Di samping ekstraksi, kita juga mengenal beberapa
teknik pemisahan yang lain yaitu destilasi dan
kromatografi.
Ekstraksi menjadi metode yang paling umum digunakan untuk
memurnikan suatu zat. Kamu mungkin sering menemukan peralatan kosmetik,
makanan, obat-obatan dan sebagainya yang dinyatakan mengandung ekstrak
sebuah bahan tertentu. Proses pemisahan ekstraksi inilah yang digunakan
untuk memurnikan suatu zat tertentu di dalam produk-produk yang Kamu
gunakan itu.
Faktor berat jenis dalam ekstraksi
Di samping faktor pelarut, metode ekstraksi juga turut dipengaruhi
oleh berat jenis dari masing-masing pelarut. Pelarut dengan berat jenis
yang lebih besar biasanya akan berada pada lapisan bawah. Pengetahuan
Anda mengenai berat jenis pelarut akan sangat penting untuk menentukan
manakah hasil ekstraksi yang akan diambil, yang ada pada lapisan atas
atau lapisan bawah.
Peralatan dan pelarut ekstraksi

sumber gambar: www.sjichem.co
Peralatan ekstraksi yang paling terkenal adalah corong pisah
(seperti terlihat pada gambar di atas), dengan bentuk semakin pipih ke
bawah. Untuk melakukan pemisahan menggunakan metode ekstraksi, sampel
dan dua buah pelarut dimasukkan ke dalam corong pisah dan selanjutnya di
goncang agar menyatu. Corong pisah kemudian diletakkan pada penjepit
dan didiamkan hingga kedua fase larutan terpisah sempurna. Pada saat
itu, zat yang ingin Kamu ekstraksi sudah terdistribusi pada kedua
pelarut berdasarkan koefisien partisi yang dimiliki oleh zat ekstrak
pada kedua pelarut yang digunakan. Proses ekstraksi akan efektif jika
dilakukan berulang.
Beberapa sistem pelarut yang sering digunakan untuk teknik
pemisahan metode ekstraksi diantaranya adalah air dan kloroform. Air
bersifat polar dan kloroform non polar, pelarut alkohol seperti etanol
yang dipadukan dengan kloroform dan beberapa pelarut lain yang berbeda
tingkat kepolarannya juga dapat digunakan. Sampel yang biasanya
merupakan senyawa organik, nantinya akan terdistribusi ke dalam pelarut
organik dan dengan mudah akan bisa dipisahkan menggunakan corong pisah.
sumber : http://informasitips.com/mengenal-metode-ekstraksi-dalam-proses-pemurnian-suatu-zat